TP-PKK Makassar Dengan IWABA Sulsel Serahkan Bantuan ke Pedagang Pisang Epe’

18

Makassar, Komandodp | Tim Penggerak PKK kota Makassar bekerja sama dengan Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan berupa sembako kepada para pedagang pisang epe’ yang mangkal dan berjualan disepanjang pantai Losari.

Ketua TP. PKK Kota Makassar Hj. Murni Djamaluddin Iqbal menuturkan bantuan sembako yang diserahkan kepada pedagang pisang epe’ merupakan kepedulian  pihaknya bersama Iwaba, untuk meringankan beban mereka yang terkena imbas endemik Covid 19.

“Mudah mudahan dengan adanya bantuan sembako ini dapat meringankan beban hidup mereka, terutama  akan kebutuhan dapur sehari hari, apalagi sejak mereka tidak berjualan akibat coronavirus ini, tentu mereka sangat membutuhkannya,” ucap Murni usai menyerahkan bantuan secara simbolis di anjungan Losari, Jumat (17/04/2020).

READ  Pemkot Makassar Pertimbangkan PSBK Bagi 4 Kecamatan Zona Merah Penyebaran Covid 19

Di kesempatan tersebut Murni menghimbau kepada warga untuk tetap tinggal dirumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak sekali.

“Jika terpaksa bepergian keluar rumah utamakan tetap  mengenakan masker serta selalu menjaga jarak jika sedang berbicara dengan yang lainnya dan yang lebih penting lagi  rajin rajinlah membersihkan tangan memakai sabun,” himbaunya.

Ditempat yang sama Wakil ketua Iwaba Koordinator bidang Kesra dan juga Ketua Hima Perbanas Sulsel Ibu Memy Hudli Huduri mengatakan, sejak ditutupnya anjungan pantai losari akibat wabah covid 19 pada 16 Maret lalu, berimbas juga terhadap penjual pisang epe tersebut mereka tidak mendapatkan penghasilan dari hasil berjualan.

“Tiap tahun Iwaba rutin mengadakan bakti sosial,

READ  Pj Walikota Makassar Kunjungi Posko Covid 19 di Kecamatan Ujung Tanah

ke panti asuhan, tapi tahun ini kami juga memberikan bantuan untuk pedagang khususnya pedagang pisang  epe di sepanjang pantai losari, yang terkena dampak dari wabah corona, dari pendataan yang dilakukan UPTD Losari ada sekitar 172 pedagang pisang epe’ sembako kami serahkan langsung  kepada pedagang karena takutnya bantuan yang diserahkan tidak tepat sasaran,” terangnya. (**)