Siap Siaga Camat Tallo Tangani Balita Penderita Gizi Buruk

18

Makassar, Komandodp.com | Pukul 23.20 wita, Camat Tallo, Andi Zainal A Takko, SE, mendapat laporan warga perihal adanya balita penderita gizi buruk di jalan Dg Nai, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Senin (04/11/2019) tengah malam, Camat Andi Zainal A Takko, SE, menyambangi rumah kontrakan orang yang dilaporkan balitanya menderita gizi buruk dari pasangan Suami Istri Mappanessa dan Istrinya Salma.

Menindak lanjuti hal permasalahan gizi buruk, Andi Zainal Takko kemudian mengarahkan Lurah Rappokalling, Laode Ita untuk segera mengantarkan balita yang berusia 5 bulan yang diduga menderita gizi buruk untuk dibawah ke RSU Daya guna mendapat pelayanan kesehatan sekaligus membantu pengurusan administrasi ‎dikarenakan orang tua balita tidak memiliki berkas administrasi dan berkependudukan Kabupaten Jeneponto

“Gizi itu bukan permasalahan di asupannya saja. Keadaan gizi buruk itu bisa dipengaruhi oleh lingkungannya, bisa juga dipengaruhi oleh penyakit klinis yang memperngaruhi gizinya, makanya kita langsung bawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” ungkap Andi Zainal A Takko, SE, saat menyambangi kediaman balita yang di duga menderita gizi buruk.

Read Now  Tallo Juara 2 Festival Karnaval Kebudayaan, Makassar International Eight Festival And Forum (F8) 2018

Dilokasi yang sama dihadapan ayah dari balita tersebut, Andi Zainal A Takko, SE, memberi nasehat agar jarak kehamilan juga perlu diperhitungkan

“Tidak dilarang punya anak, tapi jarak kelahiran anak juga harus diperhatikan, kakak dari balita baru berusia kurang lebih satu tahun, kondisi lingkungan juga harus diperhatikan, saya minta kepada masyarakat bagi yang mempunyai balita agar melakukan pemeriksaan dan pemberian paket gizi yang rutin dilaksanakan posyandu setiap kelurahan, pemerintah kecamatan Tallo melakukan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat khususnya ibu dan anak. Hal ini dilakukan supaya masyarakat bisa mencegah kekurangan gizi anaknya sejak dari dalam rumah sendiri. Posyandu juga mengajarkan cara mengolah makanan yang sehat. Cara ini dikenal dengan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Selain itu, masyarakat juga diajarkan bagaimana cara mengolah makanan yang sehat dengan memanfaatkan makanan lokal yang ada,” jelasnya. (**)