Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa “Mandek” di Tipikor Polres Lutim

0
71

Lutim, Komandodp. com | Setelah kasus ini dilaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Luwu Timur (Lutim) yang diduga melibatkan ERNI, oknum Bendahara Desa Atue Kecamatan Malili, Lutim kini dipertanyakan.

Kasus ini tergolong sudah berjalan lama dimana, kasus ini bergulir sejak dilaporkan pada Awal tahun 2017 ke pihak yang berwajib namun hingga saat ini prosesnya belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lutim.

Penyidik di Kepolisian Polres Lutim yang menangani kasus ini, dinilai lamban dalam penanganan kasus yang berkaitan dengun dugaan korupsi.

Sementara itu, warga yang berharap agar kasus tersebut tidak terlalu lama mengendap di tangan penyidik dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan setelah berkasnya sudah dinyatakan P21.

Ada yang menilai penyidik di Unit Tipikor Polres Lutim terkesan “main mata dengan oknum yang terduga korupsi”.

Akibatnya, kasus ini dinilai hanya berputar di meja penyidik sedangkan barang bukti berupa uang negara sebanyak Rp:324,000,000,- (Tiga Ratus Dua Puluh Empat Juta Rupiah) yang diperuntukan untuk keperluan peningkatan Jaringan Air bersih itu ‘Raib’ entah kemana.

Read Now  Teror Politik Kepada Relawan Jokowi

Selain itu, Pembayaran Pajak Pendapatan Daerah tahun 2017 sebesar Rp:10.000.000.- (Sepuluh Juta Rupiah) yang Sampai saat ini belum juga terselesaikan dan tidak ada laporan pertanggunjawabannya.

Sementara itu, pengakuan oknum bendahara desa yang disampaikan melalui pejabat kepala desa yang baru, Abd.Hamid mengatakan “menurut bendahara bahwa, uang tersebut sebahagian dipinjamkan ke salah seorang teman-nya dengan nilai sebesar Rp:6.500,000,- (Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Terungkap pula dana Silva tahun 2017 sebanyak Rp:53,000,000,- (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) juga menjadi pertanyaan sebagaimana dana sebesar itu hingga kini belum dibuatkan SPPD.

Rupanya, terendus kabar bahwa silva dana desa Atue tahun 2017 tersebut juga ikut dipergunakan oleh pejabat kepala desa Atue yang baru (Abd.Hamid) di tahun 2018 yang konon dana itu digunakan untuk pelantikan kepala desa Atue depinitif pasca pilkades Desa Atue beberapa waktu lalu padahal; status dana tersebut masuk dalam penanganan kasus korupsi yang sedang berjalan penyidikan-nya di polres lutim.

Lain halnya dana sebesar Rp:17.000,000,- (Tuju Belas Juta Rupiah) yang diserahkan kepada pihak kepolisian polres lutim juga menuai pertanyaan sababnya, penyerahan dana tersebut “tidak didukung dengan tanda terima uang dari pihak polres”.

Read Now  Benarkah Peraturan Dewan Pers Berakibat Wartawan Dilaporkan ke Polisi?

Sementara itu, Kasat Reserse Polres Lutim IPTU.Akbar SH dan Kanit Tipikor Polres Lutim, yang dihubungi melalui Via callularnya disusul pesan singkat Sabtu 11 Agustus 2018 sekitar pukul 20:47 Wita guna dimintakan klarifikasi terkait setoran dana sebesar Rp:17.000,000,- tersebut, ketika itu aktif namun tidak ada tanggapan. (**).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here